Selasa, 14 Februari 2012

LAPORAN HASIL UJI ZAT MAKANAN

| Selasa, 14 Februari 2012 | 3 komentar
UJI MAKANAN

Menunjukkan kandungan nutrient pada berbagai jenis bahan makanan
A. PENDAHULUAN

Bahan makanan: didalamnya terkandung zat makanan seperti Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan garam mineral


Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.
Untuk mengetahui kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indicator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:
  1. Lugol / kalium yodida
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
  1. Benedict / fehling A dan Fehling B
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan disakarida)
  1. Millon / Molisch / Biuret
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
  1. Sudan III / etanol / kertas buram
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak
  1. Metilen Blue
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C

B. AKTIVITAS
Untuk mengetahui kandungan zat makanan dalam bahan makanan, cermati langkah kerja uji makanan dibawah ini!

Uji karbohidrat
Iodine / kalium iodide / KI merupakan reagen untuk menunjukkan kandungan amilum/tepung pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan KI orange.


Tambahkan 2 tetes larutan KI kedalam 2 ml larutan amilum atau tepung

Hasil pengamatan:
Larutan tepung berubah warna dari warna asal putih keruh menjadi berwarna biru kehitaman. 
Perubahan warna larutan tepung menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum
  
Uji kandungan gula 

Benedict, Fehling A dan Fehling B merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan glukosa pada suatu bahan makanan.
Warna dasar dari larutan benedict adalah biru tua.

 Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam 2 ml larutan gula.
Panaskan campuran zat tersebut dalam air mendidih selama 5 menit.

Hasil pengamatan:
Campuran larutan gula dengan benedict berwarna biru, setelah pemanasan terjadi perubahan warna secara bertahap mulai dari hijau, kuning dan akhirnya menjadi merah bata.

Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung glukosa.
Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan.

Uji Kandungan protein

Millon / Mollisch / Biuret merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan protein pada suatu bahan makanan.
Warna dasar lauran biuret adalah biru

 

Tambahkan 2 ml larutan biuret (larutan KOH 5 % + larutan CUSO4 5 %) kedalam larutan putih telur.
Hasil pengamatan:
Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi ungu

 Perubahan warna ungu pada larutan putih telur menunjukkan larutan tersebut mengandung protein.

Uji Kandungan protein

Warna dasar larutan millon adalah ungu



Langkah kerja:
Tambahkan 2 ml larutan millon kedalan 2 ml larutan putih telur. Panaskan larutan dalam air mendidih
Hasil Pengamatan:
Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi merah


Perubahan warna larutan menjadi merah menunjukkan larutan putih telur mengandung protein.

Uji kandungan lemak
Kertas saring / kertas buram

 Langkah kerja:
Teteskan 3 tetes minyak di atas kertas saring
Hasil pengamatan:
Kertas saring menjadi transparan

Timbulnya transparan pada kertas menunjukkan adanya kandungan lemak dalam minyak .

Sudan III


 Langkah Kerja:
Tambahkan 2 ml larutan sudan III kedalam larutan minyak.
Hasil pengamatan:
Terbentuk lapisan berwarna merah pada permukaan larutan







Lapisan berwarna merah pada permukaan larutan menunjukkan kandungan lemak dalam larutan.

Tes Emulsi






Langkah kerja:
Tambahkan 2 ml larutan etannol kedalam larutan minyak
Hasil pengamatan:
Kumpulan minyak yang berada di permukaan larut menjadi emulsi, warna larutan menjadi putih keruh



Larutnya minyak dalam air yang ditunjukkan dengan perubahan warna larutan menjadi putih menunjukkan kandungan minyak dalam larutan.




SUMBER REFERENSI : http://prestasiherfen.blogspot.com/2011/01/uji-bahan-makanan.html
http://annas77.wordpress.com/2012/01/12/uji-zat-makanan-sma-indikator-indikator-pengaruh-reagent/ 

3 komentar:

xamthone plus mengatakan...

makasih ni gan infonya,,,

AFC mengatakan...

Yang mau referensi lain nih.. :-)
http://afri-afc.com/biologi/

Anonim mengatakan...

Trims info gan,
izin copas. :D

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 

Pengikut

JEJAK KAKI PENGUNJUNG

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Entri Populer

© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by A-volution™ - A-volution™